KUNINGAN (MASS) – Kue pembangunan rupanya belum banyak
dinikmati oleh masyarakat Kuningan. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya jalan
berlubang. Bahkan berlubangnya jalan di Jalan Caracas-Mandirancan kerap menelan
korban. Salah satunya, pengurus ICMI Orda Kuningan, Iim Suryahim MPdI.
Kini, Iim harus menjalani perawatan intensif di RSUD 45
Kuningan. Ia mengalami luka serius hingga harus terbaring di IGD. Beruntung
luka istrinya, Ratih Wulandari MPd tidak seserius Iim. Ia masih bisa menjawab
pertanyaan wartawan.
Insiden tersebut terjadi Sabtu (10/2/2018) sore sekitar
pukul 17.00 WIB. Saat itu Iim yang membonceng istrinya naik motor sedang melaju
menuju rumah di Darma. Sore itu sedang terjadi hujan. Sehingga lubang besar
yang menganga di jalanan tak kelihatan karena tertutup air.
“Sulit menghindar dari lubang jalan, karena dikira jalan
mulus. Lubangnya tertutup air. Suami dan saya pun terjatuh,” tutur Ratih kepada
kuninganmass.com Minggu (11/2/2018).
Pasca insiden itu, beberapa menit kemudian salah seorang
pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan serupa. Bahkan menurut keterangan
warga setempat, kecelakaan akibat jalan berlubang sering terjadi. Nyaris setiap
pekannya selalu ada.
Menyikapi kejadian tersebut, sejumlah kalangan meminta
agar Pemkab Kuningan lebih perhatian. Cuaca hujan jangan sampai dijadikan
dalih. Sebab musim hujan dipastikan terjadi dalam setiap tahun.
“Kalau kualitasnya bagus sih mungkin tidak akan ada jalan
berlubang. Tapi setelah ada lubang, kalau dibiarkan ya tambah besar. Saya yakin
pasti ada cara supaya lubang jalan tersebut tidak menambah banyak korban,”
ketus Aep Saepudin MPdI, dosen Unisa yang tengah menjenguk korban di RS.
Senada dengan Aep, Sekum ICMI Orda Kuningan, Dede
Awaludin MPd pun memiliki harapan yang sama. Lubang-lubang jalan di wilayah
Kabupaten Kuningan mesti segera diperbaiki. Bukan hanya di Jalan
Caracas-Mandirancan saja, tapi di wilayah lainnya.
“Saya yakin anggaran pemeliharaan jalan itu ada, bahkan
besar. Jangan berdalih anggaran terbatas. Karena total APBD itu triliunan,”
tandas dosen Uniku yang juga tengah menjenguk korban. (deden)


